Pada suatu hari belasan tahun yang lalu, saya berbincang santai dengan seorang teman baik yang  education background – nya sains dan saat itu CEO sebuah perusahaan IT di Indonesia. Saat berbincang tersebut ia bergurau tentang “good managers vs bad managers”. Ia mengutip ucapan George Bernard Shaw, pujangga Inggris terkenal pada akhir abad 19 sampai pertengahan abad 20 yang berbunyi sebagai berikut;

“Those who can, do, those who can’t, teach”. Terjemahan kasar dan bebasnya kira-kira sebagai berikut: “Mereka yang bisa (menerapkan ilmu yang mereka pelajari) jadi “manager”,  sedangkan mereka yang tidak bisa, akan mengajar (menjadi pengajar, trainer). Sejak akhir abad 20 kutipan George Bernard Shaw telah mendapat reaksi keras dan negatif dari mereka yang berprofesi sebagai pengajar khususnya yang mengajar di perguruan tinggi dan sekolah bisnis di UK, di USA dan di Eropa. Mereka merasa dilecehkan oleh George Bernard Shaw dengan ucapannya itu.

Sebenarnya, George Bernard Shaw telah mem-“pleset”-kan “kutipan” yang mirip yang diucapkan oleh Aristotle, Filsuf Yunani, yang hidup sekitar 322 tahun sebelum Masehi. “Kutipan” Aristotle berbunyi sebagai berikut: “Those that know, DO. Those that understand, TEACH atau; “mereka yang (hanya) tahu, melakukannya, mereka yang (betul-betul) memahami, mengajar”. George Bernard Shaw memang bermaksud mengejek mereka yang menurutnya hanya tahu teorinya tapi saat harus menerapkan/menggunakan teori itu dalam praktik ternyata tidak nampu.

Karena merasa penasaran, maka saya menghubungi dan meminta pendapat Bu Ayleen Wisudha M.A, seorang Indonesia yang kebetulan berdomisili di London, Inggris dan mengajar di sebuah universitas di sana, sehingga saya anggap beliau sangat familiar tentang itu. Di bawah ini adalah jawaban Bu Ayleen (dalam bahasa Inggris) yang saya pikir sangat bagus sekali, sangat logis. Jawaban Bu Ayleen saya upload di sini agar juga bisa dibaca oleh anda semua.

Baca juga:  Perencanaan Dan Pengukuran Kinerja Fungsi  MSDM/HCM Menggunakan Parameter "BMW - B"

“Funnily enough pak, waktu di kereta beberapa hari yang lalu, duduk dekat saya juga seorang anak muda. Cerita demi cerita koq dia sebut tentang ayahnya, seorang arsitek, yang menurut dia sombong. Dia berpendapat  bahwa: arsitek yang sukses akan berpraktik sebagai arsitek. Arsitek yang gagal akan mengajar tentang arsitektur.

I think this is one interpretation of the quote. And I have heard it before though it is not a favourite of mind ?

Second interpretation. This one relates to the 4 levels of competencies.

From the bottom:

1. Unconsciously incompetent….  We are not aware that we are not competent in something

2. Consciously incompetent …  We are aware that we are not competent in something

3. Consciously competent…..  We are competent in something and know the steps needed to carry it out, but it still takes a conscious effort to operationalise it.

4. Unconsciously competent…. We have internalised a competency so thoroughly that it has become part of us – like driving a car; like elements of leadership.

I think this can be used to explain the quotation. So (3) relates to “teach” and (4) relates to “do”.

What do you think, Pak?

The final interpretation I have may be a corollary of the one before

“THOSE THAT KNOW, DO”

Some people are so gifted, so polished in doing something but they cannot explain how they do it. For instance, a brilliant facilitator who cannot relay what processes he goes through to facilitate a successful session.

“THOSE THAT UNDERSTAND, TEACH”

Using the example of facilitation, this refers to someone who has the underpinning knowledge and cognition of human behaviour and the dynamics between people; and the facilitation processes that would enable the development and creation of something  through the interaction between people.

Baca juga:  Rantai Proses HRM/HCM

What do you think, Pak?

So? Bagaimana menurut pendapat anda semua?