Belasan tahun lalu, saya pernah membaca tentang hasil penelitian sejumlah ilmuwan Jepang yang menyatakan bahwa ada kaitan antara karakter orang dengan golongan darah mereka. Hasil penelitian para ilmuwan tersebut adalah sebagai berikut:

  • A. Orang orang yang punya golongan Darah A cenderung “well organized”, rapi dan berpegang teguh pada aturan.
  • B. Orang orang yang punya golongan darah B umumnya punya bakat pintar mempengaruhi orang, pandai berbicara dan bergaul dan populer. Tetapi cenderung boros alias tidak bisa menyimpan uang.
  • O. Orang orang punya golongan darah O cenderung berani ambil resiko, kukuh, bersifat pionir, dan bisa sukses bila menjadi pengusaha. Bila tidak, mereka biasanya menjadi Pimpinan Serikat Pekerja.
  • AB. Bagaimana dengan orang orang bergolongan darah AB? Ya bisa antara A dan B tergantung mana yang lebih kuat.

Nah atas dasar golongan darah itu maka seseorang bisa memilih profesi dan mengarahkan karirnya. Tapi hasil penelitian tersebut belum disepakati oleh para ilmuwan negara2 maju lainnya.

Para psikolog “Barat” punya pendekatan lain untuk mengidentifikasi pola kepribadian seseorang. Mereka membagi orang dalam 4 pola kepribadian yang disingkat “B.E.S.T”. Konsep lain yang sedikit lebih tua tapi lebih populer dikalangan praktisi MSDM adalah D.I.S.C. Tetapi penjelasan atau uraian dari BEST dan DISC sebenarnya sangat mirip sekali atau malah bisa disebut sama.

B.E.S.T adalah singkatan dari:

      1. “Bold”: Berani, tegas, cepat membuat keputusan, lugas dan suka terabas tapi orang score B nya sangat tinggi cenderung memberi kesan kasar (“blunt”), otoriter. Pokoknya “bad guy”.

 

      2. “Expressive”: Pandai bergaul (supel) pandai bicara dan meyakinkan orang tapi orang yang sangat tinggi score E nya cenderung lupa pada tugas utamanya karena lebih aktif membangun “personal brand”.
Baca juga:  Visi-Misi? Apa Itu?

 

      3. “Sympathetic”: Bersifat sosial, mengayomi, senang jadi “sesepuh” yang menstabilkan situasi tetapi orang yang score S nya sangat tinggi juga cenderung sering tidak tegas dalam membuat keputusan, tidak tega-an dan memilih untuk memelihara “status quo”.

 

    4. “Technical” : Orang yang sangat teratur, tertib (“well organized”), selalu bekerja atas dasar data dan fakta tapi cenderung terlalu lambat dalam membuat keputusan karena ia harus selalu yakin.

Mereka yang sudah pernah menjalani test DISC atau BEST, baik oleh asessor yang terlatih atau mengerjakannya sendiri dengan mengisi kwesioner sederhana pasti sudah tahu apakah anda termasuk kelompok tipe B (D), E (I), S (S) atau T (C)? Hasil test yang saya jalani 2 kali dalam masa 34 tahun (terakhir tahun 2016 ini) tetap menunjukan bahwa saya menonjol dalam B (D) dan E (I), cukup tinggi dalam T(C) dan rendah dalam S.

Kembali ke judul tulusan ini, pertanyaan yang lebih krusial adalah:
“Orang dengan pola kepribadian yang mana yang terbaik (the “best”) untuk sebuah organisasi (institusi atau perusahaan)?”

Jawabannya adalah, yaitu orang orang orang yang telah mampu menyeimbangkan 4 kecenderungan tersebut. Misalnya, bila kita tahu bahwa kita kuat (mendapat nilai hasil test yang tinggi) dalam B (D) dan T(C) kita harus menyadari 2 hal. Pertama, untuk sukses dalam tugas kita sebagai pimpinan, kita juga harus berusaha sekuat kita untuk meningkatkan S dan T.
Kedua, setelah berhasil menyeimbangkan ke empat kecenderungan tersebut, kita juga harus tahu, situasi atau kondisi apa yang menuntut kita untuk lebih menonjolkan salah satu dari kecenderungan tersebut dalam melaksanakan tugas dan dan kewajiban kita. Konsepnya murip dengan Konsep Kepemimpinan Situasional.

Tahun 1975 – 1978 saya pernah punya atasan yang tidak suka bicara, sangat menonjol T (C) nya tapi dia juga cepat dan tegas dalam membuat keputusan dan ternyata sukses. Sebaliknya pada akhir 1980an saya juga pernah punya atasan yang menonjol dalam aspek aspek yang berbeda tapi juga sukses dalam tugasnya.

Baca juga:  Sekali Lagi Tentang K.P.I - Bagaimana Sebenarnya Cara Menggunakan Key Performance Indicators dalam Pembuatan Rencana Kerja.

Oleh karena itu, dari sejak pertama kali dikenalkan kepada para praktisi MSDM belasan tahun lalu, saya termasuk salah satu yang tidak pernah setuju untuk menggunakan hasil tes DISC atau BEST sebagai SATU SATUNYA dasar untuk membuat keputusan penerimaan atau penempatan calon pengisi jabatan-jabatan manajerial/ pimpinan. Masih banyak variabel (faktor) yang membentuk gaya kepemimpinan seseorang misalnya nilai nilai budaya bangsa dan suku dari mana seseorang berasal. Hasil Test DISC atau BEST itu cukup digunakan sebagai salah satu dari indikartor atau informasi yang bisa digunakan untuk membuat keputusan dalam seleksi atau untuk pengembangan mereka.

Mudah2an menjadi lebih jelas.