Bila kita amati dan teliti, para pemilik gadget yang menjadi anggota media sosial, baik itu WAG, Group Telegram, FB, Instagram dapat diklasifikasi dalam 5 (lima) Kelompok dibawah ini. Kelompok 1 dan Kelompok 5 adalah 2 kelompok yang secara ekstrim berlawanan.

1. HIPER – PASIF: Ia sebenarnya tidak tertarik menjadi anggota tetapi mungkin karena ajakan teman yang ia segan menolaknya maka ia dengan terpaksa menjadi anggota. Atau, mereka menhadi anggota karena ada keharusan dari tempat mereka bekerja untuk menjadi anggota group media yang dibuat unit kerja di perusahaan atau insitusi tempatnya bekerja. Orang-orang seperti ini pada dasarnya memang tidak suka atau tidak merasa perlu bersosialisasi.

2. PASIF: (“Tukang Ngintip”): Mereka juga tidak pernah muncul tapi aktif sebagai “pengamat”. Mereka hanya membaca semua postingan dan menonton video yang di kirim orang lain tapi tidak memberi komentar, apakah bersifat negatif atapun positif. Mereka juga tidak mau bertanya dan minta tambahan penjelasan atau informasi karena mereka tidak tertarik atau mungkin tidak mengerti dengan topik yang dibahas. Tetapi bisa juga karena mereka fikir bahwa dengan mengajukan pertanyaan akan menunjukan kekurangan diri mereka. Yang terakhir, yang jumlahnya lasti sangat kecil sekali adalah karena ada hambatan berbentuk “gaptek” atau kesehatan.

3.AGAK AKTIF: Anggota ini muncul sekali sekali. Mungkin sekali dalam sehari atau beberapa kali dalam seminggu. Mereka kadang kadang saja berkomentar, atau mengajukan pertanyaan. Hampur tidak pernah memposting materi, kecuali; salam, selamat pagi, selamat siang dsbg. Yang penting tetap tercatat sebagai anggota Group-nya.

4. AKTIF: Anggota anggota ini muncul sekitar sekali atau 2 kali sehari untuk memposting materi yang mungkin punya sendiri (buatan sendiri) atau”copas” dari Group lain. Tetapi ada juga yang senang memberi komentar atau mengajukan pertanyaan untuk postingan anggota lain.

Baca juga:  Aneka Kerancuan Dalam Berbahasa

5. HIPER – AKTIF. Mereka sangat aktif dan muncul terus beberapa kali sehari untuk memposting materi, mungkin punya sendiri (buatan sendiri) atau”copas” dari Group lain. Kadang kadang ada juga yang memberi komentar atau mengajukan pertanyaan untuk postingan anggota lain.

CATATAN:

Atas dasar kualitas interaksi mereka, anggota yang termasuk dalam kelompok no. 4 dan 5 ada yang bisa dimasukan dalam kelompok khusus yang disebut sebagai “Orang Yang Berorientasi Pada Diri Sendiri” (“Self Oriented Individuals”). Mereka adalah orang – orang yang dalam melakukan interaksi dengan orang lain hanya tertarik pada, dan memusatkan pikirannya pada diri mereka sendiri dan pada kepentingan sendiri

Kata interaksi yang saya gunakan dalam konteks ini diartikan sebagai berhubungan dengan fihak lain baik secara tatap muka langsung atau melalui media dan melakukan komunikasi langsung (tanpa perantara) baik secara lisan, menggunakan bahasa tubuh (isyarat) atau melalui cara lain.

Anggota Media Sosial yang “self centered” adalah anggota yang hanya senang memposting materi tapi tidak suka ber- dialog” dan itu memang TUJUAN mereka dalam menggunakan media sosial. Yang biasa mereka lakukan adalah;

1. Menyebarkan buah pikiran sendiri dalam bentuk tulisan panjang atau pendek atau materi dalam bentuk lain baik hasil karya sendiri atau yang dibuat oleh orang lain yang bisa disebut hasil “copas”. Mereka tidak perduli apakah bermanfaat bagi orang dan apakah orang lain atau tertarik atau tidak.

2. Menyebarkan berita, foto, atau video terkait kegiatan yang mereka lakukan, bukan hanya untuk informasi tetapi lebih untuk tujuan membentuk citra pribadi untuk “memasarkan” diri (“Personal Branding”) untuk tujuan tertentu.

Materi materi itu ada yang berkisar tentang topik topik ilmu pengetahuan tertentu, nasihat dalam menjalani hidup, dakwah agama, atau lainnya.

Baca juga:  Postur dan "Bahasa" Tubuh Dalam Interaksi dan Komunikasi Lintas Budaya

Mereka tidak suka dan tidak merasa perlu melihat postingan-postingan orang lain sebelumnya karena tidak merasa perlu. Akibatnya mereka sering mengulangi postingan orang lain terutama postingan berbentuk berita, foto atau video.

Kelompok yang paling ekstrim adalah mereka yang tergabung dalam group group penyebar berita hoax, ujaran kebencian, fitnah dan sejenisnya dan sengaja membentuk group media sosial untuk tujuan tersebut yang sekarang sedang ditangani oleh fihak penegak hukum.

Termasuk kelompok yang mana anda, saya tidak melakukan penilaian. Hanya memberikan hasil pengamatan.

Jakarta 5 Maret 2018